Sukabumi Pedia

Prof. Deddy Ismatullah, Rektor UIN Bandung Kelahiran Sukabumi

35
×

Prof. Deddy Ismatullah, Rektor UIN Bandung Kelahiran Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Deddy Ismatullah, M.Hum

Prof. Dr. Deddy Ismatullah, M.Hum merupakan salah satu putra terbaik asal Sukabumi yang dikenal sebagai ulama, akademisi, dan pakar hukum. Kiprahnya di dunia pendidikan tinggi Islam hingga organisasi keagamaan menjadikan namanya diperhitungkan di tingkat lokal maupun nasional.

Lahir di Sukabumi pada 5 Juli 1957, Deddy Ismatullah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pendidikan, pengembangan ilmu hukum, serta dakwah Islam. Sosoknya dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Syariah di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, kemudian meraih gelar Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Pakuan Bogor. Pendidikan magister ditempuh di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada bidang Ilmu Hukum, sebelum akhirnya memperoleh gelar doktor (S-3) dari Universitas Padjadjaran Bandung.

Karier akademiknya berkembang pesat hingga berhasil meraih jabatan Guru Besar Ilmu Hukum di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Ia juga dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), serta aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi, di antaranya Program Pascasarjana Unpad, STAI Syamsul ‘Ulum Sukabumi, STISIP Syamsul ‘Ulum Sukabumi, hingga menjadi dosen di Sekolah Staf dan Pimpinan (Secapa) Polri Sukabumi.

Puncak perjalanan kariernya di dunia akademik terjadi ketika dipercaya memimpin UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai rektor periode 2011–2015. Di bawah kepemimpinannya, perguruan tinggi Islam negeri tersebut terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset, serta penguatan tata kelola kelembagaan.

Di luar kampus, Deddy Ismatullah dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Ia menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi dan dipercaya sebagai Ketua Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomudin) periode 2017–2022. Kiprahnya juga terlihat di tingkat nasional sebagai Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat.

Selain itu, ia pernah mengemban berbagai amanah penting, di antaranya Ketua ICMI Orda Kota Sukabumi, Ketua Dewan Otonomi Daerah Kota Sukabumi, Dewan Pakar KAHMI, Direktur Pusat Kajian Kebijakan Hukum dan Ekonomi, Wakil Direktur Pusat Kajian Pengembangan Parlemen, Ketua STISIP Syamsul ‘Ulum Sukabumi, Direktur Program Pascasarjana STIH Pertiba Pangkal Pinang, hingga menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Gunungpuyuh Sukabumi.

Sepanjang kariernya, Prof. Deddy dikenal sebagai sosok yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kehidupan sosial keagamaan. Kepakarannya di bidang hukum membuatnya kerap menjadi rujukan dalam pembahasan hukum Islam, perundang-undangan, otonomi daerah, hingga persoalan kebangsaan. Di sisi lain, aktivitas dakwah yang dijalaninya menunjukkan komitmennya dalam membina umat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Pengabdian panjang itu berakhir pada Jumat, 6 Juli 2018. Prof. Deddy Ismatullah meninggal dunia sehari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-61. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Sukabumi, civitas akademika, serta berbagai organisasi yang pernah dipimpinnya.

Meski telah berpulang, warisan pemikiran, dedikasi, dan pengabdian Prof. Dr. Deddy Ismatullah tetap dikenang. Namanya tercatat sebagai salah satu tokoh asal Sukabumi yang berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional melalui pendidikan, ilmu hukum, dan dakwah Islam, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk mengabdikan ilmu bagi kemajuan bangsa dan umat.

Tinggalkan Balasan