Sukabumi Pedia

Riwayat Meester in de Rechten (Mr) Raden Samsoedin

15
×

Riwayat Meester in de Rechten (Mr) Raden Samsoedin

Sebarkan artikel ini
Raden Samsoedin

Oleh : Rangga Suria Danuningrat


Lahir di Sukabumi pada tanggal 1 Januari 1908 dengan nama Raden Samsoedin (bukan “Syamsudin” karena “Sam” dan “Syam” tentu adalah memiliki makna yang berbeda), beliau adalah anak dari Juragan Panghulu (Hoofd Panghoeloe) Sukabumi R.H Ahmad Djuwaeni bin R.H Muhammad Husen. (foto Juragan Panghuulu terlampir).

Mr. Samsoedin mengenyam pendidikan di Sekolah Agama di Sukabumi tahun 1915, Sekolah ELS (Europesche Lagere School) di Sukabumi tahun 1926, AMS (Algemene Middelbare School) di Bandung tahun 1929 dan RH (Rechtogte School) Universitas Leiden Bagian Hukum di Belanda, lulus (predikat cum laude) pada tanggal 4 Oktober 1935 dan tidak pernah bergelar SH (Sarjana Hukum) seperti yang tertulis pada nama-nama jalan dan tempat serta penyematan nama R. Syamsudin, SH adalah telah menyalahi dan sangat keliru serta dikarang-karang.

Karir:
•Tahun 1937 menjadi Volientair di Algemeene Secretaries Bogor.
•Tahun 1938 menjadi Commerce Redaktuur di Departemen Urusan Ekonomi Jakarta.
•Tahun 1940 menjadi Loco Burgemeester (Wakil Walikota) Bogor.
•Tanggal 20 Januari 1941 diangkat menjadi anggota Volksraad mengganti posisi Almarhum M.H. Thamrin.
•Tahun 1942 menjadi Ketua Muda Partai Indonesia Raya (Parindra).
•Tanggal 18 April 1942 menjadi Ketua Gerakan 3 A (San A Undo Tyuoo Honburtyo atau Jepang Cahaya Indonesia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Pemimpin Indonesia). Dalam rangka mempercepat tugas-tugasnya sebagai Ketua 3A, Mr R. Samsoedin menerbitkan Surat Kabar yang bernama Asia Raija (Asia Raya, 12 Mei 1942).
•Tanggal 1 Mei 1943 menjadi Wakil Ketua Kantor Besar Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka Shidosho Tyuoo Honbu Zityo) di Jakarta.
•Tahun 1943 diangkat oleh Ir. Sukarno menjadi Kepala Bagian Keselamatan di Kantor Besar Putera di Jakarta.
•Tanggal 4 Oktober 1943 menjadi anggota Cuo Sangi In oleh Saiko Sikikan di Jakarta.
•Tanggal 1 Maret 1944 diangkat menjadi Kaigikatyo dari Kantor Besar Jawa Hookookai.
•Tanggal 2 November 1944 menjadi Walikota (Shicho) Kota Sukabumi (Sukabumi Shi).
•Tanggal 28 Mei 1945 menjadi anggota BPUPKI.
•Tanggal 1 Oktober 1945 dikukuhkan menjadi Walikota Sukabumi oleh BKR Sukabumi pimpinan K.H. Acun Basyuni dan KNID Kota Praja Sukabumi yang diketuai oleh Dr. Abu Hanifah.
•Antara tahun 1945 –1946 menjabat Komandan Hizbullah yang bermarkas di Pondok Pesantren Gunung Puyuh Sukabumi.
•Tahun 1947 ikut hijrah ke Yogyakarta beserta pejabat pemerintah RI lainnya sebagai konsekwensi dari perjanjian Renville antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda.
•Tanggal 11 November 1947 s.d. 29 Januari 1948 menjadi Wakil Perdana Menteri 1 mewakili Masyumi (pada Kabinet Amir Sjarifuddin II). Beliaupun merupakan salah satu pencetus penerapan politik bumi hangus di Sukabumi.
•Tanggal 4 Agustus 1949 s.d. 20 Desember 1949 menjadi Menteri Penerangan mewakili Masyumi (pada Kabinet Moh, Hatta II) berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 6 Tahun 1949.
•Tanggal 23 Januari 1950 s.d. 15 Oktober 1950 (sampai dengan meninggal dunia), Era Kabinet Muhammad Natsir jilid 2 ia diangkat menjadi Duta Besar Luar Biasa berkuasa penuh pada Pemerintah Republik Pakistan berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 75 Tahun 1950.

Untuk mengenang jasa-jasanya Pemerintah Kota Sukabumi mengabadikan namanya pada nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH dan atas saran Ir. Sukarno namanya diabadikan pula menjadi nama jalan di depan Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Sukabumi, sedangkan Presiden Republik Indonesia (H.M. Suharto) menganugerahkan Bintang Maha Putra Utama pada tanggal 12 Agustus 1996 di Jakarta kepada Mr. R. Samsoedin.

Tinggalkan Balasan