MEDIASUKABUMI.ID — Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali bersama Bupati Sukabumi Asep Japar menghadiri peresmian Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat desa. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemandirian energi berbasis potensi lokal.
Instalasi reaktor biogas dirancang untuk mengolah limbah organik menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pemanfaatannya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil sekaligus mengelola limbah secara lebih efektif.
Sementara itu, Solar Dryer House hadir sebagai solusi pengeringan hasil pertanian dan perikanan yang lebih efisien dan higienis. Teknologi ini memungkinkan proses pengeringan tanpa bergantung pada cuaca, sehingga kualitas produk meningkat dan nilai jual masyarakat menjadi lebih kompetitif.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Yayasan Rumah Energi melalui Program Pro Women 3 yang telah berjalan sekitar satu tahun di wilayah Pelabuhanratu dan sekitarnya. Selain reaktor biogas, Solar Dryer House juga menjadi solusi bagi petani bawang, khususnya di Desa Loji, dalam meningkatkan kualitas hasil panen.
Pembangunan teknologi energi terbarukan tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari PT Insight Investment Management. Bupati Sukabumi mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta yang dinilainya sejalan dengan upaya memperkuat swasembada pangan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Menurut Asep Japar, pemanfaatan limbah dapur menjadi energi dan pupuk cair dapat mendukung sektor pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. “Limbah MBG ini harus bisa dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis pupuk cair hasil turunan biogas dari Yayasan Rumah Energi kepada Bupati Sukabumi. Petani Desa Loji juga menyerahkan hasil panen bawang sebagai simbol integrasi energi terbarukan dan ketahanan pangan berbasis desa.
Peresmian ini menandai langkah konkret Kabupaten Sukabumi dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan sektor pertanian guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.











