Opini

Lima Pilar Strategis KOHATI Sukabumi: Dari Kaderisasi hingga Kolaborasi

52
×

Lima Pilar Strategis KOHATI Sukabumi: Dari Kaderisasi hingga Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Halimah, Calon Ketum Kohati Cabang Sukabumi

Oleh : Halimah Nur Ja’fariyah, Kader Kohati Komaisariat IMN, Calon Ketum Kohati Cabang Sukabumi 

Sebagai calon Ketua Umum KOHATI Cabang Sukabumi periode 2025-2026, komitmen utama saya adalah menjadikan KOHATI sebagai pusat gerakan perempuan muslimah yang cerdas, berdaya, dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman dengan pijakan kuat pada nilai keislaman, keilmuan, dan keperempuanan. 

Visi ini akan diterjemahkan secara terukur melalui program-program strategis yang menyasar pada penguatan kaderisasi, peningkatan literasi digital dan kreativitas, pengembangan budaya intelektual dan keislaman, gerakan sosial progresif, serta pengembangan jaringan dan kolaborasi yang luas.

Penguatan Kaderisasi

Dalam rangka menguatkan kaderisasi perempuan, kami akan mengembangkan program pelatihan intensif berbasis pendidikan karakter, leadership, dan kompetensi profesional. Program ini tidak hanya mencetak kader perempuan HMI yang berintegritas dan kritis, tetapi juga mengasah kemampuan inovatif yang sesuai dengan dinamika global dan lokal.

Melalui pembinaan sistematis, kader KOHATI akan disiapkan menjadi pemimpin berwawasan luas yang mampu memberikan kontribusi signifikan di berbagai sektor, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

Digitalisasi dan Kewirausahaan

Merespon era digital dan kebutuhan modern, kami akan menggalakkan pembekalan keterampilan digital dan kewirausahaan melalui pelatihan berkelanjutan yang terintegrasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital sekaligus kreativitas dalam mengelola peluang usaha, khususnya bagi kader muda.

Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia perempuan yang produktif dan mandiri, sebagai modal penting dalam pembangunan daerah berkelanjutan. Dalam konteks Sukabumi, di mana akses pendidikan dan keterampilan masih menjadi tantangan, KOHATI akan bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan pemerintahan dan sektor swasta untuk menghadirkan pelatihan yang mudah diakses dan relevan.

Membangun Budaya Intelektual dan Keislaman

Untuk membangun budaya intelektual dan keislaman, kami akan mengintensifkan kegiatan kajian keislaman, diskusi ilmiah, dan riset kader secara rutin. Pendekatan ilmiah ini menjadi fondasi bagi kader untuk mengembangkan wawasan kritis dan integratif yang mampu menghadapi isu-isu kontemporer.

Dengan program yang menggabungkan spirit keislaman dan kecakapan akademik, KOHATI diharapkan mampu melahirkan perempuan muslimah yang cerdas, dapat berkontribusi secara signifikan dalam ranah keagamaan dan intelektual, sekaligus menjaga nilai keperempuanan sebagai identitas.

Gerakan Sosial Progresif

Kami menyadari pentingnya peran KOHATI dalam gerakan sosial yang peka dan progresif. Oleh karena itu, kami akan melaksanakan program-program yang fokus pada isu sosial seperti kesehatan mental, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat terutama perempuan dan anak-anak.

Program sosial ini akan menggunakan pendekatan partisipatif yang memberdayakan masyarakat secara langsung, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Kami juga akan memperhatikan hasil kajian terkini yang menunjukkan kebutuhan mendalam terhadap pendidikan inklusif dan kesadaran advokasi untuk mendorong perempuan ikut serta dalam pengambilan keputusan pembangunan.

Kolaborasi Luas untuk Dampak yang Lebih Besar

Penguatan kolaborasi dan jaringan menjadi faktor penentu keberhasilan program KOHATI. Kami akan membangun sinergi strategis, tidak hanya dengan organisasi perempuan dan komunitas lokal, tetapi juga dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Kerjasama ini bertujuan memperluas ruang peran KOHATI dalam berbagai ruang publik dan pembangunan daerah, sekaligus mengoptimalkan sumber daya dan jejaring yang ada untuk mencapai hasil yang lebih berdampak.

Dalam pelaksanaan program tersebut, KOHATI akan mengambil model transformasi peran melalui pendidikan seperti yang telah dibuktikan oleh hasil penelitian di Sukabumi, yaitu peningkatan kapasitas, kesadaran, dan motivasi kader perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kami akan mengadopsi pendekatan pendidikan holistik yang tidak hanya fokus pada pengembangan personal namun juga pembentukan kesadaran kolektif dan advokasi, sehingga kader perempuan KOHATI menjadi agen perubahan sosial yang kuat dan cakap.

Dengan program nyata dan terarah ini, KOHATI Cabang Sukabumi di bawah kepemimpinan saya akan lebih mampu memberikan kontribusi optimal dalam pemberdayaan perempuan, sekaligus menjadi inspirasi organisasi perempuan berbasis kader yang adaptif dan progresif sesuai tantangan zaman. Bersama-sama kita wujudkan kader perempuan muslimah yang cerdas, berdaya, dan solutif demi masa depan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan