MEDIASUKABUMI.ID – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalil Abdillah, menghadiri silaturahmi para tokoh masyarakat yang digelar di Cibatu, Kecamatan Cisaat, Minggu (18/1/2026). Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Relawan Massa Prabowo Subianto (Masbro) Sukabumi Raya sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan terkait pembangunan daerah.
Puluhan tokoh masyarakat, pemuda, serta para pemangku kepentingan turut hadir dalam pertemuan tersebut. Forum silaturahmi ini menjadi ajang untuk menyatukan pandangan dan harapan bersama demi masa depan Kabupaten Sukabumi yang lebih baik.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Bupati Sukabumi Asep Japar, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Iman Adinugraha, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Yandra Utama Santosa, Wakil Ketua Korps Alumni KNPI Kabupaten Sukabumi Lidiawati, Ketua Dekopinda Kabupaten Sukabumi R. Mulyadi, Ketua Masbro Sukabumi Raya Herol Al Hudri, Ketua Dewan Pembina Masbro Heru Herlambang, pengusaha Cibatu Haji Hadad dan Haji Yana, serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dalam forum tersebut, para tokoh diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pemikiran mengenai arah pembangunan Kabupaten Sukabumi. Jalil Abdillah yang merupakan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi berbicara tentang kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi utama pembangunan.
Menurut Jalil, PAD Kabupaten Sukabumi saat ini masih tergolong rendah, yakni sekitar Rp800 miliar lebih. Angka tersebut dinilai belum memadai untuk menopang kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Sukabumi yang memiliki cakupan geografis sangat luas.
“PAD kita masih kecil, jangankan untuk membangun, kalau dialokasikan untuk gaji pegawai saja tidak cukup,” ujar Jalil.
Jalil mengajak melalui forum silaturahmi ini untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam upaya mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.
“Saya berharap forum ini bisa memberikan masukan kepada pemerintah daerah tentang bagaimana meningkatkan pendapatan daerah, sehingga pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan bisa berjalan lebih baik,” tuturnya.
Selain itu, Jalil juga menyinggung wacana pemekaran Kabupaten Sukabumi dengan membentuk daerah otonomi baru Kabupaten Sukabumi Utara (DOB KSU). Menurutnya, dengan kondisi PAD yang masih terbatas, rencana pemekaran menjadi sulit untuk direalisasikan. “Terkait pemekaran pun akhirnya kita jadi pesimis, karena PAD kita sangat kecil,” pungkasnya.
Bupati Sukabumi Asep Japar mengaku bersyukur dapat hadir dan berdialog langsung dengan para tokoh masyarakat. Ia menilai silaturahmi tersebut sebagai langkah awal yang baik untuk memperkuat kolaborasi ke depan.
“Alhamdulillah, pertemuan sore ini luar biasa. Kita bertemu dengan para tokoh Sukabumi, menyampaikan masukan dan melihat peluang ke depan. Intinya, kita sama-sama membangun Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Asep Japar berharap silaturahmi semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih maju dan Mubarokah.
Ditempat yang sama, Iman Adinugraha menyampaikan rasa syukurnya karena pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi dan mendapat respons positif.
“Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahmi dengan para tokoh Sukabumi, dan Pak Bupati juga hadir. Pertemuan ini sangat produktif karena membahas bagaimana membangun Kabupaten Sukabumi secara bersama-sama,” ujar Iman.
Menurutnya, Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah sangat luas membutuhkan kekuatan kolektif, baik dari unsur legislatif maupun eksekutif, serta dukungan para tokoh masyarakat. Karena itu, silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari konsolidasi yang lebih besar.
“Ke depan, insyaallah tidak berhenti di sini saja. Kita ingin mengonsolidasikan potensi agar menjadi kekuatan besar untuk membangun masyarakat Sukabumi,” tuturnya.
Iman juga menekankan pentingnya sinergi antara DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Sukabumi. Dengan kolaborasi tersebut, ia berharap alokasi dan konsolidasi anggaran dapat lebih maksimal dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kabupaten Sukabumi ini luas. Tentu membutuhkan banyak anggaran. Mudah-mudahan melalui konsolidasi, anggaran yang bisa kita upayakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Masbro Sukabumi Raya sekaligus tuan rumah pertemuan, Herol Al Hudr, menjelaskan bahwa gagasan silaturahmi ini lahir dari keyakinan bahwa banyak persoalan bisa diselesaikan dengan kebersamaan dan keikhlasan. “Konsepnya sederhana, silaturahmi. Dengan silaturahmi, persoalan bisa diselesaikan dengan hati,” ungkapnya
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membawa kepentingan pribadi maupun kelompok, serta tidak memandang perbedaan warna partai politik. Fokus utama adalah menyatukan visi dan misi demi kemajuan Sukabumi.
“Kami ingin kebersamaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Semua bersatu agar apa yang diinginkan masyarakat Sukabumi bisa berhasil,” tegasnya.











