KH. Dr. Solahuddin Sanusi merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Lahir di Sukabumi pada 5 November 1935, Solahuddin Sanusi dikenal sebagai sosok akademisi, pendidik, sekaligus tokoh agama yang memiliki dedikasi besar terhadap pengembangan pendidikan Islam dan masyarakat.
Ia merupakan putra dari KH Ahmad Sanusi, seorang Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Pondok Pesantren Syamsul Ulum Gunungpuyuh, Sukabumi. Latar belakang keluarga ulama memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan hidup dan pemikiran Solahuddin Sanusi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pembangunan umat.
Karier akademiknya mencapai puncak ketika dipercaya memimpin IAIN Sunan Gunung Djati Bandung—kini UIN Sunan Gunung Djati Bandung—sebagai rektor ketiga pada periode 1973–1977. Saat itu, Solahuddin Sanusi terpilih di usia yang relatif muda, yakni 38 tahun, menjadikannya salah satu rektor muda dengan visi besar dalam pengembangan perguruan tinggi Islam.
Setelah menempuh pendidikan di berbagai lembaga, Solahuddin Sanusi aktif mengikuti seminar serta penelitian yang berfokus pada dakwah Islam dan pembangunan masyarakat. Gagasan-gagasannya tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Dalam kepemimpinannya di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, ia mengedepankan semangat berjamaah sebagai dasar pengembangan kampus. Pemikirannya berfokus pada dua dimensi penting, yakni socio-cultural dan socio-economic welfare, yang memberi dampak signifikan terhadap perkembangan institusi pendidikan Islam tersebut.
Selain dikenal sebagai akademisi dan dosen, KH. Dr. Solahuddin Sanusi juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan pendidikan. Ia tercatat sebagai pendiri Pesantren Hayatan Thayyibah Sukabumi pada tahun 1995, serta menjadi penasihat ICMI Orwilsus Bogor. Pemikirannya juga dituangkan melalui sejumlah buku penting mengenai keislaman.
Atas dedikasi dan jasa-jasanya dalam membangun pendidikan tinggi Islam, nama Solahuddin Sanusi diabadikan sebagai nama Gedung Laboratorium Terpadu di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Gedung yang berada di samping Gedung Anwar Musaddad itu menjadi simbol penghormatan atas kontribusinya dalam membangun fondasi akademik dan sosial kampus.
Pengabadian nama tersebut menjadi bukti bahwa kiprah KH. Dr. Solahuddin Sanusi tidak hanya dikenang sebagai rektor ketiga UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tetapi juga sebagai tokoh pendidikan yang meninggalkan warisan pemikiran dan pengabdian bagi generasi penerus.
Catatan: Penulisan biografi tokoh di Sukabumi Pedia dapat disesuaikan dan diperbarui sewaktu-waktu berdasarkan perkembangan informasi serta data terbaru yang berkaitan dengan tokoh yang bersangkutan











