MEDIASUKABUMI – SMK Mutiara Terpadu Pelabuhanratu resmi menggelar kegiatan In House Training (IHT) Tahun Pelajaran 2026-2027 bagi seluruh guru dan staf internal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (13-14 Juli 2026) ini, dipusatkan di gedung SMK Mutiara Terpadu Pelabuhanratu.
Pada tahun ini, IHT mengusung tema besar: “Bersinergi Meningkatkan Profesionalisme Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Bermakna, Inovatif, Kolaboratif, dan Berkarakter”.
Hari Pertama: Pendalaman UU Sisdiknas dan Optimalisasi Modul Ajar
Pada hari pertama, Senin (13/7/2026), kegiatan IHT menghadirkan dua narasumber ahli. Pemateri pertama diisi oleh Ketua Yayasan Mutiara Pelabuhanratu, Dr. Awan Setiawan, M.Si., yang memaparkan materi mengenai Internalisasi UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam penyampaiannya, Dr. Awan mengajak para peserta untuk merenungkan makna hidup dan kaitannya dengan dunia pendidikan. Menurutnya, kebahagiaan sejati didapat ketika manusia menyadari hidup ini dijalankan sesuai dengan aturan dan rambu-rambu yang ada. Begitu pula dengan dunia pendidikan yang harus tetap berjalan di atas rel aturan nasional.
“Apa yang diinginkan negara dalam menciptakan pendidikan ini, seluruhnya tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional. Yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” jelas Dr. Awan.
Sementara itu, sesi kedua dilanjutkan oleh Drs. Dadi Afyaman, M.Pd., dengan materi bertajuk Optimalisasi Penyusunan Modul Ajar Berbasis Pembelajaran Mendalam sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran.
Dalam paparannya, Drs. Dadi menekankan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) harus mampu menciptakan suasana belajar yang mencakup tiga aspek utama, yaitu Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menggembirakan (Joyful).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk mencapai pembelajaran yang mendalam, sekolah harus mengintegrasikan 4 pilar pengembangan diri siswa secara utuh, meliputi: Olah Pikir (Intelektual), Olah Hati (Etika), Olah Rasa (Estetika), dan Olah Raga (Kinestetik). Melalui integrasi keempat elemen ini, diharapkan seluruh potensi siswa dapat berkembang secara menyeluruh dan seimbang.
Hari Kedua: Pentingnya Sinergi dan Penguatan Kompetensi Guru Profesional
Memasuki hari kedua, Selasa (14/7/2026), rangkaian kegiatan IHT dilanjutkan di lokasi yang sama dengan menghadirkan narasumber Dr. Drs. Raya Erwana, M.Pd. Ia mengupas tuntas implementasi dari tema utama IHT, yakni cara membangun sinergi demi mendongkrak profesionalisme guru.
Dalam pemaparannya, Dr. Raya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem pendidikan SMK. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak bisa digantungkan pada satu pihak saja.
“Kenapa kita harus bersinergi? Karena satu guru saja tidak akan pernah cukup untuk mencetak siswa SMK yang baik dan berkarakter. Perlu ada sinergi yang kuat dan harmonis antara orang tua, guru, siswa, lembaga yayasan, hingga keterlibatan aktif dari dunia industri,” tegas Dr. Raya.
Ia menambahkan, sinergi besar ini memiliki tujuan mulia, yaitu mencetak generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi tantangan masa depan.
Lebih dalam mengenai sosok pendidik, Dr. Raya juga memaparkan hakikat dari guru profesional. Ia menjelaskan bahwa seorang guru baru dapat dikatakan profesional apabila mampu menguasai empat kompetensi dasar keilmuan, di antaranya:
- Kompetensi Pedagogi: Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik, termasuk pemahaman wawasan dan pelaksanaan evaluasi belajar.
- Kompetensi Kepribadian: Nilai kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa sehingga dapat menjadi teladan bagi para siswa.
- Kompetensi Sosial: Kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan siswa, sesama pendidik, orang tua, hingga masyarakat.
- Kompetensi Profesional: Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi.
Melalui pelaksanaan IHT selama dua hari ini, SMK Mutiara Terpadu Pelabuhanratu berharap seluruh tenaga pendidik dan staf internal dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menyongsong Tahun Pelajaran 2026-2027 dengan kualitas pembelajaran yang jauh lebih baik.











