MEDIASUKABUMI.ID – Rekam jejak Sudar Fauzi di panggung organisasi Kota Sukabumi bukanlah hasil proses instan. Pria kelahiran 1 April 1992 ini telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk kepemimpinan, mulai dari bangku sekolah hingga kini menduduki posisi strategis di organisasi kepemudaan tingkat daerah.
Bagi Sudar, organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan kawah candradimuka untuk menempa tanggung jawab dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Akar Kepemimpinan dari SMK hingga Kampus
Langkah awal Sudar dimulai saat ia dipercaya menjabat sebagai Ketua OSIS SMK Syamsul Ulum. Pengalaman di masa remaja tersebut diakuinya sebagai fondasi krusial yang membentuk karakter dan kepercayaan dirinya dalam mengelola komunikasi publik serta dinamika internal organisasi.
“Masa-masa menjadi Ketua OSIS adalah titik balik. Di sana saya belajar bagaimana mengelola perbedaan pendapat dan bertanggung jawab atas keputusan bersama,” ungkap Sudar.
Transformasi kepemimpinannya berlanjut ke jenjang pendidikan tinggi di STISIP Syamsul Ulum. Kapasitasnya kembali teruji saat ia terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Di lingkungan kampus, Sudar mulai memperluas cakrawala berpikirnya, memahami bahwa peran mahasiswa harus melampaui batas akademik dan mampu hadir sebagai agen perubahan sosial.
Matang di Organisasi Kepemudaan dan Keagamaan
Nama Sudar Fauzi semakin dikenal luas saat ia merambah organisasi kepemudaan dan keagamaan berskala nasional. Ia tercatat pernah menakhodai dua organisasi besar di tingkat lokal, yakni sebagai:
- Ketua PC PMII Kota Sukabumi
- Ketua PC GP Ansor Kota Sukabumi
Keterlibatannya di PMII dan GP Ansor tak hanya memperluas jejaring, tetapi juga mengasah kepekaannya terhadap isu-isu sosial dan penguatan peran pemuda di daerah. Pengalaman ini menjadi modal penting ketika ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris DPD KNPI Kota Sukabumi.
“Bagi saya, organisasi adalah ruang belajar sekaligus pengabdian. Di sana kita ditempa untuk memahami persoalan dan mencari solusi bersama,” tuturnya.
Keseimbangan Hidup dan Filosofi Perjuangan
Meski memiliki jadwal yang padat di dunia organisasi, Sudar dikenal sebagai sosok yang tetap menjaga keseimbangan hidup. Di sela kesibukannya, ia gemar meluangkan waktu untuk ngopi dan berdiskusi santai—aktivitas yang menurutnya sering kali menjadi pemantik gagasan-gagasan besar.
Di sisi lain, ia adalah seorang kepala keluarga yang berdedikasi bagi istri dan ketiga anaknya. Baginya, dukungan keluarga adalah energi utama dalam menjalankan aktivitas organisasi yang menyita waktu.
Dalam setiap langkahnya, Sudar memegang teguh prinsip hidup: “Tanjeur Na Juritan, Jaya di Buana.” Filosofi ini ia maknai sebagai semangat untuk tetap teguh dalam perjuangan di medan laga dan meraih kemuliaan di dunia melalui kebermanfaatan bagi sesama.
“Selama kita konsisten dan niatnya untuk kebaikan, pasti ada jalan untuk berkontribusi lebih luas,” pungkasnya optimis.











