Berita

Pergerakan Tanah di Bantargadung Meluas: 90 Rumah Terdampak, Warga Mulai Mengungsi

24
×

Pergerakan Tanah di Bantargadung Meluas: 90 Rumah Terdampak, Warga Mulai Mengungsi

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;

MEDIASUKABUMI.ID – Bencana pergerakan tanah melanda Kampung Cijambe RT 05 RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Hingga Senin (02/03/2026), tercatat sedikitnya 90 unit rumah terdampak dengan total 112 KK atau 355 jiwa yang terpaksa kehilangan tempat tinggal yang aman.

Penyebab dan Kronologi

Camat Bantargadung, Pak Syarif, menjelaskan bahwa fenomena ini bermula sejak Jumat pekan lalu. Meski kajian geologi secara resmi belum keluar, Syarif menduga kuat bahwa tingginya curah hujan dan struktur tanah yang rentan menjadi pemicu utama.

Namun, ia juga menyoroti adanya faktor aktivitas manusia. “Dari keterangan warga, ada dugaan penggundulan lahan di perkebunan swasta. Lahan karet habis diokupasi, yang kemungkinan besar memperlemah daya ikat tanah,” ungkap Syarif.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Siti, salah satu warga terdampak. Ia menyebutkan bahwa awalnya hanya muncul retakan kecil. “Sudah seminggu ini makin besar. Di atas itu kan asalnya kebun karet, katanya mau dijadikan kandang sapi dan kebun duren, jadi digunduli,” tuturnya.

Data Kerusakan dan Dampak

Berdasarkan laporan terbaru dari BPBD, terdapat 25 unit bangunan yang mengalami kerusakan signifikan dalam satu wilayah RT, dengan rincian:

  • Rusak Berat (5 Bangunan): Termasuk satu Pondok Pesantren yang dihuni 20 jiwa dan empat rumah tinggal.
  • Rusak Sedang: 6 unit rumah.
  • Rusak Ringan: 14 unit rumah (mengalami retakan pada struktur bangunan).

Kondisi saat ini kian mengkhawatirkan karena pergerakan tanah dilaporkan masih terus bergerak dan mulai merembet ke wilayah RT tetangga (RT 02).

Respon Pemerintah dan Kebutuhan Mendesak

Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga pusat untuk pemantauan intensif. Saat ini, bantuan mulai disalurkan meski pendataan masih terus berjalan.

  • Evakuasi: Pemerintah telah membangun tenda darurat. Sebagian warga memilih mengontrak atau menumpang di rumah kerabat yang lebih aman.
  • Logistik: BPBD telah mengirimkan matras, kasur, dan kebutuhan pokok.
  • Kunjungan Pejabat: Perwakilan dari Dandim dan Dinsos, Dinkes telah meninjau lokasi pada Senin (02/03), sementara Bupati Sukabumi dijadwalkan hadir pada Selasa esok.
02/03/2026 – MEDIASUKABUMI. ID

Harapan Warga Terdampak

Di tengah ketidakpastian, warga berharap bantuan bisa datang lebih cepat dan tepat sasaran. Ibu Siti menekankan perlunya kebutuhan khusus untuk kelompok rentan.

“Kami sangat butuh bantuan cepat untuk sembako, juga kebutuhan anak-anak seperti susu dan popok (pampers),” harapnya.

Camat Syarif terus menghimbau agar warga yang berada di zona merah segera mengungsi guna menghindari adanya korban jiwa mengingat pergerakan tanah yang terus meluas.

Oleh: D. Irpan Apriandi

Tinggalkan Balasan