MEDIASUKABUMI.ID – Pelaksanaan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) tingkat Kota Sukabumi Tahun Ajaran 2025/2026 mendapat sorotan dari kalangan tenaga pendidik. Kendati sukses digelar sebagai wadah pembinaan generasi Islami, bentuk apresiasi terhadap para juara dinilai masih minim perhatian dari pihak terkait.
Kritik sekaligus refleksi tersebut disampaikan oleh salah seorang Guru Honorer PAI di Kota Sukabumi, Muhammad Fadlan Anshori. Ia mengungkapkan keprihatinannya terkait simbol penghargaan yang diberikan kepada para siswa berprestasi dalam ajang tahunan tersebut.
“Ini bukan semata-mata persoalan besar atau kecilnya piala. Tetapi ini tentang simbol penghargaan atas perjuangan besar para siswa yang telah berlatih, mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi membawa nama baik sekolah serta kecamatan,” ujar Fadlan dalam keterangannya, Senen (25/5/2026).
Menurut Fadlan, jika efisiensi anggaran menjadi alasan di balik minimnya apresiasi tersebut, hal itu sebenarnya bisa dipahami. Namun, ia menyayangkan adanya ketimpangan jika dibandingkan dengan pelaksanaan kegiatan atau perlombaan lain di Kota Sukabumi yang seringkali terselenggara dengan sangat megah, fasilitas memadai, serta dukungan penuh.
Hal ini kemudian memicu pertanyaan besar di kalangan guru pendamping, mengingat PENTAS PAI merupakan ajang resmi untuk menjaring perwakilan Kota Sukabumi ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Mengapa untuk ajang sebesar PENTAS PAI justru terkesan minim perhatian? Apakah kegiatan ini belum menjadi prioritas, ataukah dukungan dari pihak terkait, baik Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Daerah, belum diberikan secara optimal?” cecarnya.
Investasi Karakter dan Moral Generasi Muda
Lebih lanjut, Fadlan menekankan bahwa investasi terbesar dalam dunia pendidikan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik umum, melainkan juga pada pembinaan nilai-nilai keagamaan dan karakter spiritual peserta didik.
Ia berharap kondisi ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kebijakan di Kota Sukabumi. Ke depan, dukungan dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Dinas Pendidikan, hingga Pemerintah Daerah harus lebih terstruktur dan profesional.
“Jika kegiatan lain bisa diselenggarakan dengan megah, maka PENTAS PAI pun layak mendapatkan perhatian yang sama, bahkan lebih. Dari sinilah lahir generasi penerus yang akan membawa nama baik Kota Sukabumi di tingkat provinsi hingga nasional,” tegasnya.
Di akhir penyataannya, Fadlan mengajak semua pihak untuk bersinergi meningkatkan kualitas gelaran ini demi masa depan daerah.
“Mari naikkan kelas PENTAS PAI. Karena yang dipersiapkan di sini bukan hanya para juara lomba, tetapi calon pemimpin yang berakhlak untuk masa depan,” pungkasnya.
Editor: D. Irpan A
Sumber: Rilis / Muhammad Fadlan Anshori (Guru Honorer PAI)











