MEDIASUKABUMI – Universitas Madani Nusantara (UMN) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya kualitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Setelah sukses menyelenggarakan program serupa di tingkat kabupaten, UMN kembali menggelar workshop peningkatan mutu melalui pendekatan Hypnoteaching dan Deep Learning bagi guru PAI di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, di mana sebanyak 246 guru PAI dari seluruh Kota Sukabumi hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Dr. Hj. Wiwin Winarni, M.M.Pd. dan Dr. Aji Khoerurahman, M.M., M.Psi. Keduanya membedah strategi pembelajaran inovatif guna mendongkrak kualitas proses belajar-mengajar di sekolah.

Apresiasi dari Kemenag dan Disdik Kota Sukabumi
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Sukabumi, Samsul Fuad, S.Ag., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UMN atas kepeduliannya terhadap kompetensi guru PAI.
Menurut Fuad, guru PAI merupakan pilar penting dalam ekosistem pendidikan nasional yang dituntut terus meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Ia menegaskan bahwa guru tidak boleh cepat berpuas diri, melainkan harus terus belajar dan berinovasi sesuai perkembangan zaman.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, S.IP., M.Si., juga menyampaikan penghargaannya kepada UMN yang konsisten berkontribusi nyata. Novian mengajak para guru PAI yang hadir untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik mereka, mulai dari jenjang sarjana (S1) hingga magister (S2), demi meningkatkan profesionalisme pendidik.

Wujud Tri Dharma dan Beasiswa S2 UMN
Rektor Universitas Madani Nusantara, Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si., menjelaskan bahwa workshop ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. UMN berkomitmen untuk terus mendampingi guru PAI dalam meningkatkan kapasitas akademik maupun profesional.
Sebagai bentuk dukungan konkret, UMN membuka kesempatan bagi para peserta workshop untuk melanjutkan studi ke Program Magister (S2) di UMN melalui jalur beasiswa.
Pada momen yang sama, dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UMN dengan Kemenag Kota Sukabumi serta Disdik Kota Sukabumi sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pendidikan.
Menutup acara, Rektor UMN secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister (S2) jalur beasiswa kepada 20 orang guru yang merupakan alumni workshop angkatan pertama. Langkah ini menjadi bukti sahih bahwa UMN tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong peningkatan kualifikasi akademik guru demi mencetak SDM yang unggul dan berdaya saing.











