MEDIASUKABUMI.ID – Harapan baru mulai tumbuh bagi warga terdampak bencana pergeseran tanah di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Setelah lebih dari dua tahun bertahan dalam ketidakpastian pascabencana, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi para korban kini menunjukkan progres signifikan.
Berdasarkan pantauan dari video dokumentasi Sukabumi Update yang dibagikan ulang oleh akun Facebook resmi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, sebanyak 25 unit rumah huntap dilaporkan sudah mulai berdiri kokoh. Pembangunan ini merupakan bagian dari target total 100 unit huntap yang dialokasikan di Kampung Mubarokah, Kecamatan Palabuhanratu.
Untuk memastikan percepatan dan kualitas proyek, petugas Kecamatan Palabuhanratu bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) terjun langsung melakukan monitoring ke lokasi pembangunan pada Salasa, 19 Mei 2026 lalu.

Langkah pengawasan intensif ini sengaja dilakukan guna menjamin seluruh proses pengerjaan berjalan sesuai dengan tahapan dan target waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.
Asa Baru Setelah Dua Tahun Bertahan
Bagi warga terdampak, berdirinya puluhan unit rumah ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan. Sejak bencana pergerakan tanah melanda kawasan pemukiman mereka dua tahun silam, warga terpaksa bertahan dengan kondisi darurat demi keselamatan.
Kini, dengan progres yang terus berjalan, warga sangat berharap proyek huntap ini dapat segera rampung secara keseluruhan agar mereka bisa secepatnya pindah dan kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman di hunian yang layak.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengerjaan di lapangan terus dikebut oleh pihak terkait demi merampungkan sisa unit huntap yang telah direncanakan untuk para penyintas bencana di Desa Cikadu.











