MEDIASUKABUMI.ID – Gelombang amarah massa tak terbendung di depan Balai Kota Sukabumi pada Salasa (2/6/2026). Unjuk rasa besar-besaran yang dimotori oleh gerakan lintas elemen “Massa Aksi 2.6.26” ini membawa atmosfer ketegangan tinggi, dengan keterlibatan langsung Forum Komunikasi Pengurus RT-RW se-Kota Sukabumi.
Suasana kian mencekam saat perwakilan massa membacakan draf pernyataan sikap. Mereka secara terbuka menuding Walikota Ayep Zaki telah mengobral janji manis dan bersumpah serapah, hingga memaksa perangkat lingkungan paling akar rumput ini turun ke jalan untuk melawan.
Berikut adalah poin-poin gugatan krusial dan ultimatum keras yang dilayangkan massa aksi:
- Pencabutan Pernyataan & Maaf: Menuntut Walikota Ayep Zaki mencabut pernyataan terkait legitimasi Forum Komunikasi Pengurus RT-RW dan meminta maaf secara terbuka.
- Realisasi Program P2RW: Mendesak pelaksanaan Program P2RW sejak tahun ini dengan kepastian anggaran tanpa janji kosong.
- Dana Abadi RT: Menuntut pencairan Dana Abadi Rp10 Juta per RT tahun ini dengan nomenklatur yang transparan dan konkret.
- Transparansi Anggaran: Menuntut keterbukaan pengelolaan Dana Kelurahan, Dana Kemasyarakatan, serta Dana Karang Taruna.
- Ketepatan Insentif: Menggugat kecakapan manajerial Walikota dalam memastikan insentif lembaga kemasyarakatan cair tepat waktu.
Gugatan Koalisi Aktivis, Ormas, OKP, LSM, dan Mahasiswa:
- Hak Angket DPRD: Mengutuk sikap DPRD yang dinilai lemah dan kompromistis. Massa mendesak DPRD segera menggunakan Hak Angket terkait dugaan pelanggaran hukum pada rekomendasi PANJA Wakaf dan PANJA TKPP.
- Evaluasi Total Birokrasi: Mendesak perombakan total tim kerja birokrasi maupun non-birokrasi yang dianggap gagal menerjemahkan janji politik Walikota ke dalam program nyata.
- Pembubaran Tim Penasihat: Menuntut pembubaran Tim Penasihat dan Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan karena dinilai tidak berguna.
- Ultimatum Mundur: Menantang kejujuran Walikota Ayep Zaki untuk **MUNDUR** dari jabatannya jika dalam tempo 30 hari gagal memenuhi seluruh tuntutan tersebut.
Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan kalimat peringatan yang mengerikan: “Semoga Allah SWT mempercepat Laknat-Nya atas Setiap Janji Yang abai ditunaikan.”
Pantauan di lokasi, situasi di sekitar Balai Kota tampak mencekam dan dikawal ketat oleh ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pengamanan lainnya. Di tengah kepungan massa, Walikota Ayep Zaki terlihat bersiap menghadapi tekanan dan menerima langsung aspirasi panas dari Massa Aksi 2.6.26.











