MEDIASUKABUMI – Persaingan mobil listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru dengan langkah yang cukup serius. Leapmotor kini tidak hanya menjual mobil listrik di Tanah Air, tetapi sudah memulai perakitan lokal. Dua model yang menjadi produk perdana adalah Leapmotor B10 dan C10.
Langkah ini menandai babak baru bagi Leapmotor sekaligus memperkuat persaingan industri mobil listrik lokal yang semakin ramai sepanjang 2026.
Leapmotor Mulai Perakitan Lokal di Purwakarta
Leapmotor resmi memulai perakitan lokal B10 dan C10 di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat. Fasilitas tersebut dikembangkan melalui investasi Indomobil Group dan menggunakan standar manufaktur serta pengendalian kualitas yang diterapkan Leapmotor dan Stellantis secara global.
Pada tahap awal, fasilitas Plant 3 memiliki kapasitas sekitar 10.000 unit kendaraan per tahun atau sekitar lima unit per jam. Kapasitas tersebut masih dapat ditingkatkan hingga sekitar 34.000 unit per tahun apabila permintaan pasar terus berkembang.
Perakitan lokal ini juga menjadi strategi penting untuk memperkuat posisi Leapmotor di Indonesia. Sebelumnya, B10 telah dipastikan menggunakan skema CKD dan memenuhi persyaratan TKDN minimal 40 persen.
B10 dan C10 Jadi Model Perdana
Leapmotor B10 dan C10 menjadi dua model pertama yang dirakit secara lokal. Keduanya merupakan SUV listrik yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan karakter berbeda.
Leapmotor B10 hadir sebagai SUV listrik yang lebih kompak. Model ini dibekali motor listrik 160 kW, baterai 67,1 kWh, serta jarak tempuh hingga 516 km berdasarkan pengujian NEDC.
Sementara itu, Leapmotor C10 menyasar konsumen yang membutuhkan SUV listrik berukuran lebih besar. C10 menggunakan baterai 69,9 kWh dengan tenaga 165 kW dan jarak tempuh hingga 478 km berdasarkan standar NEDC. Model ini juga menawarkan teknologi CTC 2.0 serta telah memperoleh rating keselamatan 5-Star Euro NCAP.
Produksi Lokal Jadi Strategi Penting
Keputusan merakit mobil listrik secara lokal memberikan sejumlah keuntungan bagi Leapmotor. Selain membantu membangun rantai pasokan dalam negeri, produksi lokal dapat membuat perusahaan lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pasar dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa Leapmotor melihat Indonesia sebagai salah satu pasar penting di kawasan Asia Tenggara. Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, menyebut perakitan lokal sebagai langkah penting untuk mendekatkan produk Leapmotor kepada konsumen Indonesia sekaligus memperkuat kehadirannya di kawasan ASEAN.
Kapasitas Pabrik Bisa Terus Bertambah
Kehadiran Plant 3 Purwakarta tidak hanya dipersiapkan untuk kebutuhan awal B10 dan C10. Fasilitas tersebut juga memiliki ruang untuk mendukung pengembangan lini produk Leapmotor di masa mendatang.
Dengan kapasitas yang dapat ditingkatkan dari sekitar 10.000 unit menjadi 34.000 unit per tahun, Leapmotor memiliki peluang untuk memperbesar volume produksinya apabila permintaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat.
Di sisi lain, Indomobil juga memperkuat ekosistem kepemilikan melalui jaringan diler, ketersediaan suku cadang, teknisi terlatih, serta layanan purna jual. Hal ini menjadi faktor penting karena persaingan mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga kemudahan konsumen dalam mendapatkan layanan setelah pembelian.
Persaingan Mobil Listrik Indonesia Makin Sengit
Masuknya Leapmotor dengan model rakitan lokal menambah daftar merek kendaraan listrik yang semakin agresif di Indonesia. Strategi produksi dalam negeri juga membuat persaingan tidak lagi hanya berkutat pada desain, teknologi, dan harga, tetapi mulai bergeser ke kemampuan membangun manufaktur serta jaringan layanan.
B10 dan C10 menjadi modal awal Leapmotor untuk merebut perhatian konsumen Indonesia. Jika respons pasar positif, kapasitas produksi yang lebih besar dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk memperkenalkan model-model lainnya di masa mendatang.
“Perakitan lokal B10 dan C10 menunjukkan bahwa Leapmotor tidak sekadar ingin menjual mobil listrik di Indonesia, tetapi mulai membangun fondasi manufaktur dan ekosistem kendaraan listrik untuk jangka panjang.”
Leapmotor resmi memulai perakitan lokal mobil listrik B10 dan C10 di Purwakarta. Fasilitas PT National Assemblers Plant 3 memiliki kapasitas awal sekitar 10.000 unit per tahun dan berpotensi ditingkatkan hingga 34.000 unit.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Leapmotor semakin serius menggarap pasar Indonesia. Dengan dukungan Indomobil dan Stellantis, B10 serta C10 akan menjadi model penting untuk menguji respons konsumen sekaligus membuka jalan bagi ekspansi produk Leapmotor berikutnya.
Apakah B10 dan C10 mampu bersaing dengan mobil listrik lain yang sudah lebih dulu populer di Indonesia? Simak terus perkembangan harga, spesifikasi, penjualan, dan berita mobil listrik terbaru hanya di sini.











