Berita

Musancab 47 PAC Hampir Rampung, PPP Sukabumi Bersiap Hadapi Pileg dan Pilkada 2030

11
×

Musancab 47 PAC Hampir Rampung, PPP Sukabumi Bersiap Hadapi Pileg dan Pilkada 2030

Sebarkan artikel ini

MEDIASUKABUMI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat konsolidasi internal. Hingga Rabu (12/8/2026), Musyawarah Anak Cabang (Musancab) telah dilaksanakan di 36 dari total 47 kecamatan.

Pada Rebo hari ini, Musancab digelar secara gabungan di empat kecamatan, yakni Sukaraja, Sukalarang, Cireunghas, dan Gegerbitung.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana, Ketua Dewan Pakar PPP Kabupaten Sukabumi Tomi Ardi, serta Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Sukabumi Habib Luthfi.

Ketua Dewan Pakar PPP Kabupaten Sukabumi Tomi Ardi mengatakan, Musancab merupakan momentum untuk menghidupkan kembali kekuatan partai hingga tingkat akar rumput.

Menurutnya, PAC memiliki posisi strategis karena menjadi struktur partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kepengurusan yang telah terbentuk harus mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan.

“Pengurus kecamatan harus menjadi ujung tombak dalam pemenangan Pemilu 2029,” ujar Tomi.

Tomi bahkan memasang target tinggi bagi PPP, khususnya di daerah pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Sukabumi. Ia berharap PPP mampu merebut kembali tiga kursi DPRD Kabupaten Sukabumi pada Pemilu 2029.

Target tersebut dinilai memiliki pijakan historis karena PPP sebelumnya pernah memperoleh tiga kursi dari dapil tersebut.

“Target kita tiga kursi di Dapil 4. Itu pernah diraih PPP pada periode sebelumnya dan tentu harus menjadi motivasi untuk kita rebut kembali,” katanya.

Target 3.000 Suara per Kecamatan

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana menyebut proses Musancab di 47 kecamatan hampir rampung. Dari 47 kecamatan, masih tersisa 11 kecamatan yang belum melaksanakan Musancab.

“Saat ini dari 47 kecamatan tinggal 11 yang belum. Target Minggu ini selesai semua,” kata Andri.

Menurut Andri, konsolidasi organisasi menjadi modal penting untuk membangun mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Ia meminta seluruh PAC menerjemahkan hasil Musancab menjadi kerja politik yang terukur di wilayah masing-masing.

Andri meminta PAC PPP menargetkan sedikitnya 3.000 suara di setiap kecamatan atau secara akumulatif kemenangan signifikan di sedikitnya 1.500 tempat pemungutan suara (TPS).

“Dengan pembenahan mesin partai di tingkat kecamatan ini, kita berharap PPP bisa meraih kursi yang signifikan pada 2029,” ujarnya.

Ia juga memastikan kepengurusan PPP Kabupaten Sukabumi tidak dibangun dengan pola sentralistik maupun bergantung pada satu figur.

“DPC sekarang tidak sentralistik dan tidak tergantung figur. Semua bisa berperan,” tegasnya.

Karena itu, para pengurus PAC diminta memanfaatkan struktur yang telah terbentuk untuk memperluas jaringan, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan mesin partai berjalan hingga tingkat TPS.

Mulai Menatap Pilkada 2030

Selain membidik Pemilu 2029, PPP Kabupaten Sukabumi mulai mempersiapkan diri menghadapi Pilkada 2030.Andri menyampaikan harapan agar PPP memiliki kekuatan politik yang cukup untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati sendiri.

“Kita berharap pada Pilkada 2030 PPP bisa mengusung paket bupati dan wakil bupati sendiri. Nanti kita usung Kang Tomi Ardi maju jadi Bupati Sukabumi,” ungkapnya.

Menurut Andri, target tersebut menjadi salah satu alasan konsolidasi organisasi dilakukan sejak sekarang. Penguatan struktur di tingkat kecamatan hingga TPS diharapkan menjadi fondasi bagi PPP untuk meningkatkan kekuatan politik dalam beberapa tahun ke depan.

Andri Buka Peluang Maju DPR RI

Di tengah persiapan menuju Pemilu 2029, Andri Hidayana juga membuka peluang untuk maju sebagai calon anggota DPR RI.

Namun, ia mengatakan keputusan tersebut masih mempertimbangkan dinamika pencalonan kader PPP lainnya dari Kabupaten Sukabumi.

Andri menyatakan siap maju apabila tidak ada kader lain dari Sukabumi yang mengambil posisi tersebut.

“Kalau tidak ada yang maju dari kader Sukabumi, saya siap maju ke DPR RI,” ungkapnya.

Selain memperkuat struktur, PPP Kabupaten Sukabumi juga akan mengoptimalkan rekrutmen saksi. Penguatan saksi dinilai penting untuk mengawal suara partai sejak proses pemungutan hingga penghitungan suara.

Dengan semakin dekatnya penyelesaian Musancab di 47 kecamatan, PPP Kabupaten Sukabumi selanjutnya akan memasuki fase konsolidasi lanjutan.

Struktur yang telah dibentuk akan diuji melalui kerja nyata di lapangan, mulai dari penguatan PAC, perekrutan saksi, peningkatan perolehan suara di setiap kecamatan, hingga persiapan menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2030.Bagi PPP Sukabumi, Musancab bukan sekadar menyelesaikan agenda organisasi, tetapi menjadi titik awal membangun kembali kekuatan politik dari tingkat kecamatan hingga TPS.

Tinggalkan Balasan