EdukasiHumaniora

SMK Mutiara Terpadu Gelar Monthly Meeting I, Evaluasi Pengelolaan dan Penguatan SDM

37
×

SMK Mutiara Terpadu Gelar Monthly Meeting I, Evaluasi Pengelolaan dan Penguatan SDM

Sebarkan artikel ini

MEDIASUKABUMI — Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMK Mutiara Terpadu Palabuhanratu menjadi modal penting bagi sekolah untuk terus berkembang. Namun, capaian tersebut juga dinilai sebagai amanah yang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan dan sumber daya manusia.

Hal itu mengemuka dalam Monthly Meeting I SMK Mutiara Terpadu bersama Yayasan Mutiara Palabuhanratu, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi antara pihak sekolah dan yayasan dalam melihat perkembangan lembaga pendidikan, khususnya di tengah meningkatnya jumlah peserta didik dan semakin ketatnya persaingan antar-lembaga pendidikan.

Kepala SMK Mutiara Terpadu, Ramdhan Wira Sumaga, S. Pd., M. M. menyampaikan bahwa perkembangan sekolah saat ini harus diiringi dengan pengelolaan dan manajemen yang semakin baik.

“SMK sedang bagus-bagusnya, dan harus selaras dengan pengelolaan serta manajemen yang lebih baik. Semakin banyak siswa, semakin banyak tantangan,” ungkap Ramdhan.

Ia juga mengajak seluruh guru untuk memandang profesi pendidik sebagai bentuk investasi kebaikan bagi masa depan anak didik.

“Sebagai guru, kita niatkan investasi kebaikan kepada anak-anak kita. Ibarat botol kosong, tergantung apa yang mau kita isi agar botolnya lebih mempunyai nilai. Jika diisi air putih dengan diisi air sirup, akan berbeda harganya,” tuturnya.

Menurut Ramdhan, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa guru memiliki peran besar dalam menentukan kualitas generasi yang sedang dibentuk melalui proses pendidikan.

Yayasan Tekankan Konsep, Sistem dan Tim

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Mutiara Palabuhanratu, Dr. Awan Setiawan, M.Si. dan Dr. Hesti Raras Pawastri, M.Pd., turut memberikan arahan dan perspektif terkait pengembangan lembaga pendidikan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya membangun sekolah melalui tiga fondasi yang disebut Tri Winning, yakni “konsep, sistem, dan team”.

Ketiga unsur tersebut dinilai harus berjalan secara beriringan. Konsep yang matang harus diterjemahkan ke dalam sistem yang jelas, sedangkan sistem membutuhkan tim yang solid agar dapat berjalan secara optimal.

Penguatan character building bagi sumber daya manusia (SDM) sekolah juga menjadi perhatian. Terlebih, terdapat sejumlah personel baru di lingkungan SMK Mutiara Terpadu sehingga diperlukan penyamaan visi, budaya kerja, kedisiplinan, dan karakter dalam menjalankan tugas.

Sekolah Swasta Dituntut Lebih Kreatif

Dalam pemaparan yayasan, dinamika pendidikan di Indonesia juga menjadi salah satu bahan evaluasi.

Lembaga pendidikan menghadapi persaingan dari berbagai arah. Sekolah negeri tetap menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat karena faktor keterjangkauan biaya, sementara lembaga pendidikan lainnya menawarkan kualitas, fasilitas, dan layanan yang menjadi daya tarik tersendiri.

Kondisi tersebut membuat sekolah swasta harus mampu menghadirkan nilai lebih dan memiliki keunggulan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik maupun orang tua.Karena itu, SMK Mutiara Terpadu didorong untuk tidak hanya mengandalkan pertumbuhan jumlah siswa.

“Kerja smart, kerja cerdas, dan kita bikin SMK lebih keren,” menjadi salah satu semangat yang dibangun dalam pertemuan tersebut.

Semangat tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, profesionalisme SDM, sistem pembelajaran, penguatan karakter siswa, hingga pengembangan identitas sekolah agar semakin kompetitif.

Kepercayaan Masyarakat adalah Amanah

Meningkatnya jumlah siswa di SMK Mutiara Terpadu dipandang sebagai bukti adanya kepercayaan masyarakat.

Namun, yayasan dan pihak sekolah mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh jajaran terlena.

Kepercayaan orang tua yang menitipkan putra-putrinya kepada SMK Mutiara Terpadu merupakan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Terlebih, jumlah lembaga pendidikan SMK yang semakin banyak membuat persaingan semakin ketat. Sekolah dituntut mampu membaca perubahan, beradaptasi, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Melalui Monthly Meeting tersebut, Yayasan Mutiara Palabuhanratu bersama jajaran SMK Mutiara Terpadu berkomitmen memperkuat kolaborasi dan membangun sistem kerja yang lebih baik.

Penguatan “konsep, sistem, dan team” diharapkan menjadi pijakan bagi SMK Mutiara Terpadu untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lulusan dan daya saing sekolah di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Media Sukabumi