MEDIASUKABUMI — Upaya rekonsiliasi dualisme kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Sukabumi antara kubu Yandra Utama Santosa dan kubu Gilang Gusmana belum membuahkan kesepakatan penyatuan.
Pertemuan yang diharapkan menjadi jalan keluar bagi polemik kepengurusan tersebut belum berhasil mewujudkan rekonsiliasi kedua belah pihak. Situasi ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong persatuan organisasi kepemudaan.
Gagalnya rekonsiliasi menjadi pertanyaan besar: mengapa penyatuan dua kubu KNPI belum juga menemukan titik temu?Padahal, KNPI memiliki peran strategis sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan untuk membangun solidaritas, memperjuangkan aspirasi generasi muda, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Bupati Sukabumi diharapkan dapat mendorong langkah lanjutan melalui mediasi yang lebih terarah, dialog yang setara, serta penyelesaian berdasarkan mekanisme organisasi yang berlaku.
Kedua kubu diharapkan mengedepankan kepentingan pemuda di atas perbedaan kepengurusan. Sementara itu, pemerintah daerah perlu memastikan proses mediasi berlangsung secara adil dan tidak memihak.
Kini, publik menanti langkah konkret untuk mengakhiri dualisme tersebut. Sebab, rekonsiliasi bukan sekadar mempertemukan dua pihak, melainkan menghadirkan kesepakatan nyata yang dapat diterima bersama.
Persatuan pemuda jangan berhenti sebagai slogan. Sukabumi membutuhkan penyelesaian, bukan sekadar pertemuan.











